Ini Beberapa Pengolahan Biji Kopi Yang Baik Agar Kopi Nikmat

filosofi kopi - Macam-macam Pengolahan Biji Kopi - Tahukah Anda jika kopi tidak hanya dirasakan saat pembuatan bir, tapi juga teknik pemanggangan dan proses setelah panen. Jadi bukan pembuat kopi atau barista yang bisa membuat rasa kopi beragam. Petani kopi yang juga mengolah biji kopi menjadi nasi kopi, juga sangat menentukan rasanya.

Mari kita bandingkan selera masing-masing jenis pengolahannya, mari belajar lebih banyak tentang pengolahan kopi.

Pengolahan kopi
Pengolahan kopi bottom line dapat dibagi menjadi dua, yaitu proses basah (full wash) dan kering (proses kering atau proses alami). Namun, ada beberapa teknik yang sering digunakan petani setelah menyesuaikan kondisi taman yang ada seperti asap udara, faktor cuaca yang sering hujan dan kondisinya.

Beberapa proses pengolahan kopi yang diketahui adalah 
1) pencucian penuh
2) semiwash
3) Dry Process / proses kering atau alami
4) Honey Process / Proses Madu

Setiap pengolahan kopi membutuhkan pemanenan kopi dengan memilih buah matang atau pilih merah (buah merah). Jika Anda tidak bisa memproses pemetikan buah kopi merah maka setiap proses yang digunakan tidak akan diproduksi secukupnya kopi jinten secukupnya nanti.

Salah satunya adalah buah kopi mentah (warnanya masih hijau atau kasar kuning) akan diikuti dan akan menghancurkan steeping kopi. Karena biji kopi yang tidak dimasak akan terasa seperti biji dan alat steeping, meski hanya satu biji yang tidak dimasak. Oleh karena itu, memilah merah yang tak tertahankan harus terjadi saat mengharapkan kopi yang baik.

Selain memetik warna merah, proses penting lainnya adalah pemilahan buah kopi. Caranya adalah dengan merendam biji kopi di ember air. Saat biji kopi mengapung di permukaan air, itu adalah biji kopi yang memiliki cacat. Misalnya ada lubang jarum, sebuah istilah yang menandakan ada buah ulat di biji kopi. Karena ada rongga udara di dalam biji kopi dimana penggerek buah berada, buah kopi mengapung. Buah kopi terapung harus terpapar (sortasi) dengan buah kopi yang tenggelam.

Full Wash
Proses pengolahan kopi dengan teknik basah dimulai dengan mengupas daging dan mengupas buah kopi dengan menggunakan alat yang biasa disebut pulper. Cara kopi yang masuk dalam wadah diatas pulper (hoper) dan grinding wheel ini dimainkan saat kopi kopi disiram (lihat photo diatas yang merupakan petani kopi di Desa Nagarisaribu Lintong Sumatera Utara mengupas kulit kopi). Biji kopi yang dipisahkan dari daging dan kulit kopi kemudian akan dimasukkan ke dalam waduk segera diisi dengan air.

Pengolahan dengan teknik pencucian penuh dilakukan dengan merendam biji kopi dengan air dan beberapa waktu air untuk melarutkan lendir yang menempel pada kulit gabah (perkamen). Inti proses perendaman ini adalah mengeluarkan lendir yang menempel pada perkamen. Beberapa ahli menyebut teknik pencucian penuh ini akan menghindari fermentasi dalam kopi, diharapkan seduhan akan terasa bersih (tidak ada rasa asing selain kopi).

Setelah diangkat dari air, biji kopi perlu dikeringkan di bawah sinar matahari untuk memiliki kandungan air benih 12 persen. Proses ini memakan waktu beberapa hari tergantung cuaca. Teknik ini adalah proses pengeringan kopi full wash karena biji kopi bisa dihindari dari fermentasi yang berlebihan.

Teknik binatu lengkap ini biasa dilakukan di pabrik pengolahan kopi PTPN milik negara atau pabrik. Mereka menggunakan teknik teknik untuk menjaga keseragaman rasa dari produksinya. Teknik pencucian penuh, memang dirancang untuk menghindari fermentasi selama pengolahan. Meski keberadaan fermentasi sebenarnya sah, tergantung dari tingkat mana fer.

Setelah dikeringkan, maka kulit perkamen bisa dilepas dengan menggunakan huller. Jika Anda suka kopi masih ingin disimpan, disarankan untuk tidak melepas kulit gabah yang tidak digiling.

Proses pencucian penuh dilakukan pada kopi arabika dan robusta. Pada kopi robusta dengan pengolahan basah akan menurunkan tubuh asli kopi robusta yang terkenal kental. Sehingga minuman kopi robusta dengan ringan.



Semi Wash

Tujuan pengolahan menggunakan teknik semiwash adalah mempercepat prosesnya sekalipun. Beberapa petani menggunakan teknik ini untuk segera melakukan tindakan dan uang. Teknik ini banyak dilakukan oleh petani kopi arabika di Sumatera. Sebagai penanam kopi sudah sering berpuasa selama berbulan-bulan, yakni saat kopi tidak dipanen maka mereka tidak akan mendapatkan penghasilan dari kopi karena tidak bisa dijual. Karena itu, saat kopi mulai panen mereka memilih teknik semi-cuci, agar bisa cepat menikmati hasil panen kopi.

Menurut filosofikopi.com metode semiwash tidak berbeda dengan teknik pencucian penuh, hanya setelah kopi dipulper tidak perlu direndam di air. Kopi kopi bisa langsung dikeringkan Beberapa petani bahkan sudah melakukan penggilingan atau pengupas biji-bijian (perkamen) saat kopi masih basah dengan kadar air 60% karena disebut pengelompokan basah. Tujuan penggilingan basah adalah untuk lebih mempercepat proses pengeringan karena langsung mengeringkan kopi biji hijau.

Saat dikeringkan dengan kulit biji-bijian, maka kopi saat dikeringkan bisa disimpan bersamaan dengan perkamennya dan kopi di giling saat dikeringkan. Teknik semi-cuci begitu banyak disebut memberi karakter pada tubuh yang meningkat pada kopi steeping. Bisa jadi kopi sumatera yang berkharakter tubuh lebih tinggi karena proses ini. Di beberapa daerah lain seperti petani Ciwide menerapkan proses semiwash, selain mempercepat proses sekaligus strategi untuk memperbaiki tubuh kopi. Peminat kopi yang tercemar di tanah air mencair dengan rasa kopi lebih tebal.

Dry Process

Seperti penjelasan sebelumnya di filosofikopi.com dan Sesuai dengan nama proses ini tidak bisa menggunakan udara namun tidak bisa mesin pulper, karena kulit dan dagingnya tidak perlu dikupas. Setelah kopi disortir, kopi langsung dikeringkan di bawah sinar matahari baik secara langsung atau menggunakan plastik rumah kaca.

Proses pengeringan kopi ini membutuhkan sinar matahari yang tinggi, sehingga kopi bisa cepat kering. Semakin cepat kering, buah kopi akan bisa terhindar dari jamur dan proses fermentasi yang berkelanjutan. Daging buah kaya dengan gula saat mengering di bawah terik matahari bergabung dengan rasa biji kopi.

Setelah biji kopi kering dengan kadar air 12% maka pengolahannya selesai, kopi bisa langsung pulped untuk menghilangkan kulit kering yang menghitam bersamaan dengan perkamennya. Bisa juga menyimpan kopi yang disimpan untuk istirahat atau penuaan.

Bila beberapa toko mengenalkan wine kopi, maka proses produksinya harus proses kering atau kering. Selama proses ini terjadi fermentasi, sehingga rasa manis terasa tenang dan keasamannya yang tidak tajam atau terang namun keasaman seperti anggur merah.

Industri kopi besar tidak lama melakukan proses kering, karena mereka tidak melelahkan mengolah kopi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lama. Apalagi kalau tidak telaten membalikkan baju dalam jumlah banyak. Bila lokasi pengolahan banyak hujan, buah kopi proses ini akan menjadi putih karena jamur yang ditumbuhi. Alih-alih kopi kopi nikmat, kopi yang rasa kotor nantinya akan panen.

Kesempatan untuk mengolah kopi secara alami bisa dilakukan untuk peternakan keluarga yang mengolah kopi tidak terlalu banyak. Dengan teknik ini petani skala kecil benar-benar bisa mengangkat cita rasa produksinya. Karena pada akhirnya pengolahan kopi sebenarnya bisa disajikan dengan kekriyaan atau dimana setiap biji jadi bisa benar-benar diperhatikan selama proses pengeringan. Maka tak heran bila rasa kopi keluarga produksi pertanian juga bisa tampil cantik (bagus) dan mahal.

Honey Process

Pengolahan kopi ini dilakukan pengupasan kulit menggunakan pulper tanpa air, setelah itu kopi langsung dikeringkan dalam kondisi masih ada mucillage atau mucillage. Selama proses pengeringan, aktivitas berlangsung. Kopi ini dinamai madu, karena masih ada mucillage atau lengket dengan tekstur seperti madu.

Proses madu dilakukan di Indonesia, begitu juga di negara Amerika Latin seperti Kosta Rika.

Rasa muncul dari teknik meski masih kuat keasamannya, namun disertai dengan konsep asam yang mengesankan. Bukan asam kopi fermentasi.

Penutup

Penggemar kopi, Anda perlu mencoba untuk mendapatkan petualangan rasa dengan membandingkan bagaimana pengerjaan kopi ini bekerja. Dan temukan sensasi rasa dan rasa yang paling Anda sukai. Ingatlah masing-masing asal kopi memberikan respon yang sangat khas terhadap setiap jenis sediaan. Selamat petualang rasa!

Sumber menulis : Semua Sumber

Jika anda ingin memberi masukan, silahkan kunjungi FANSPAGE kami, jangan lupa like dan share.

Artikel Terkait