Apa itu Kafein, Manfaat dan Bahaya Kafein Untuk Kesehatan Tubuh Apa Saja?

Apa itu Kafein? Kafeina, atau lebih dikenal kafein, adalah senyawa alkaloid xantina yang berbentuk kristal berasa pahit sebagai  diuretik ringan dan obat perangsang psikoaktif. Di balik popularitasnya, kafein ternyata punya dua sisi yang bertolak belakang yakni manfaat dan bahaya yang mengancam kesehatan.

Selama ini, kafein mungkin lebih dikenal sebagai zat adiktif alias zat yang bisa membuat penikmatnya merasa kecanduan. Peneliti telah mengukur kandungan pada kafein espresso, pour over atau filter brew, cold brew, stovetop espresso dan French press.

Alasan kopi dapat membuat Anda bersemangat adalah karena khasiat kafein kepada otak. Namun, perlu dipahami bersama bahwa efek kafein kopi pada tubuh seseorang begitu kompleks dan berbeda di tiap orang. Seperti apa efek kafein kopi pada tubuh seseorang?

Kandungan kafein dalam kopi meningkatkan kewaspadaan tubuh sehingga tubuh tetap terjaga alias tidak tidur. Faktanya Ilmiah Cara Kerja Kafein dalam Kopi yang Bikin Gak Tidur. Tidak hanya mengusir kantuk, terdapat banyak manfaat kopi bagi kesehatan dan kecantikan.

Tahukah Anda berapa banyak jumlah kafein dalam kopi, teh, dan cokelat? Mana yang paling banyak mengandung kafein? Ini Jumlah Kafein dalam Kopi, Teh, dan Cokelat

Kafein adalah senyawa alami yang ditemukan di sejumlah spesies tanaman termasuk kopi, teh, dan kakao. Secangkir kopi mengandung 75-100mg kafein, sementara kadar dalam teh dan coklat yang diseduh lebih rendah. Kafein adalah senyawa aktif utama dalam kopi, tetapi senyawa lain juga ada yang dapat membuat sulit untuk membedakan efek kafein per se dari senyawa lain.

Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA) dalam ulasan tentang Keamanan Kafein menyimpulkan bahwa konsumsi kafein moderat, sekitar 400 mg kafein per hari (setara dengan hingga 5 cangkir kopi), dapat dinikmati sebagai bagian dari keseimbangan yang sehat diet dan gaya hidup aktif.

Bahaya kafein bagi wanita, Efek Samping Negatif Terlalu Banyak Minum Kopi Bagi Wanita terutama Wanita hamil dan menyusui disarankan untuk membatasi asupan kafein mereka hingga 200mg per hari. Menurut studi, konsumsi kafein yang terlalu banyak dapat memberi efek samping yang berbahaya bagi kesehatan wanita.


Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein moderat dapat dikaitkan dengan berbagai efek fisiologis, termasuk kinerja mental dan fisik.

Kafein adalah stimulan saraf pusat ringan, dan dikaitkan dengan peningkatan kewaspadaan. Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menyimpulkan bahwa hubungan sebab dan akibat telah terbentuk antara 75mg porsi kafein dan keduanya meningkatkan perhatian dan kewaspadaan.

Kafein bekerja sebagai antagonis reseptor adenosin: dengan struktur yang mirip dengan adenosin, kafein dapat berikatan dengan reseptor adenosin, bertindak sebagai penipu dan menghalangi aksi adenosin, yang menyebabkan perasaan waspada.

Efek ini dapat menyebabkan gangguan tidur pada seseorang, tetapi juga dapat membantu dalam situasi yang membutuhkan peningkatan kewaspadaan, mis. shift malam, mengemudi jarak jauh, dan jet lag.

Penting untuk dicatat bahwa respons individu terhadap konsumsi kafein dapat berbeda sesuai dengan variabilitas genetik dan individu sering mengelola asupan kafein mereka sendiri yang sesuai dengan gaya hidup pribadi mereka.

Kami ingin mendengarkan masukan dan pengalaman dari anda, silahkan isi kolom komentar, jangan lupa share jika artikel ini sangat bermanfaat.

Artikel Terkait