Skip to main content

Kopi di Kampung Kerapu

Minum Kopi di Kampung Kerapu - Untuk meluruskannya, saya benar-benar bukan penggemar kopi sejati yang mengejar dunia kopi begitu bersemangat. Hanya penikmat kopi biasa, yang bahkan tidak bisa membedakan rasa kopi arabika dan kopi robusta, dan lebih sering minum kopi di kafe, yang lebih mementingkan minuman kopi ekstra manis daripada berfokus pada seni kopi yang sebenarnya.

Tapi tentu saja ada alasan mengapa kampung kerapu adalah pilihan favorit saya saatini, walaupun saya hanya minum lima kali sejauh ini dalam dua kunjungan saya ke Situbondo dalam tiga tahun terakhir, dan dua di antaranya ada di Patek dan bajol mati.

Selain Kedai kopi, saya juga mengunjungi objek wisata utama yaitu dermaga apung melingkar, dan mengunjungi keramba di tengah laut. Apa yang membuat kedai kopi kampung krapu favorit saya sebenarnya bukan kopi sekali lagi, saya bukan pecinta kopi sejati yang lidahnya dapat menentukan kopi mana yang enak dan kopi mana yang biasa tetapi karena Kedai Kopi adalah satu-satunya kedai kopi ( sejauh ini) itu membuat saya ingin kembali

Saya menemukannya terlalu tidak sengaja. Sambil menunggu perahu keramba tengah laut, saya harus menemukan toilet umum yang jauh dari tempat saya menunggu. Sambil berjalan di sana, saya melihat sekeliling dan melihat tempat ini.

Setelah keliling lalu menuju loket dan membayar tiket masuk seharga Rp 50rb paket mancing. Banyak fasilitas yang kita dapat di wisata baru yang berlokasikan di Desa Klatakan Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo.

Kemudian, saya mengetahui bahwa ini adalah warung kopi (kedai) kedua di kampung krapu ada satu lagi kedai yang telah dibuka beberapa tahun, tetapi di sisi yang berbeda.

Kedai kedua ini lebih kecil, lebih mirip warung pinggir jalan yang biasa Anda lihat di Surabaya. Sangat suka warung kopi berhenti sejenak, ngobrol dengan pasangan atau teman sambil minum kopi di pagi hari.

Kedai kopi tanpa barista profesional yang melayani kami di pagi hari cukup sangat ramah, dan kami berbicara banyak tentang kampung krapu. Dia memberi kami gambaran tentang bagaimana keadaan di sana.


Keramahan dan unsur keintiman itulah yang mungkin membuat saya menghargai kedai kopi kecil ini. Itu adalah pengalaman hebat dan saya sangat merekomendasikan, jika ada banyak waktu menunggu kapal untuk pergi ke dermaga kampung krapu, atau jika Anda memang berjalan-jalan di daerah ini, untuk mampir ke kedai Kopi.

Saya berpikir: mungkin lain kali saya akan tinggal di daerah Situbondo, dan menghabiskan pagi hari menyaksikan matahari terbit, kemudian sarapan di Warung yang terkenal, kemudian mengakhirinya dengan kopi di Kopi Kios sambil menunggu kapal ke keramba krapu tengah laut 10 pagi.


Di atas sepenggal cerita pengalaman ngopi di kampung kerapu kiriman penggemar filosofi kopi. Banyak cerita yang akan bagikan kepada anda di lain waktu. Jika memiliki Cerita ngopi, kirim cerita anda ke kontak kami.

Kami filosofi ingin mendengarkan masukan kedai kopi di kampung krapu dan pengalaman minum kopi di Situbondo dari anda. Silahkan kirim informasi ke kontak kami, dan jangan lupa share artikel ini agar bermanfaat.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar