Kopi Gayo Arabika Melebihi Rasa Kopi Blue Mountain

Kopi Gayo Arabika - Kopi Gayo adalah salah satu kopi unggulan yang berasal dari Dataran Tinggi Gayo, Aceh. Perkebunan kopi Gayo dikembangkan sejak 1908, dan hingga saat ini menjadi perkebunan kopi terbesar, yaitu 81.000 ha. 

Nama Kopi Gayo diambil dari nama suku asli yang mendiami tempat itu, suku Gayo.

Kopi Gayo adalah kopi jenis Arabika yang memiliki penampilan agak besar dan berwarna hijau tua, bentuk daunnya lonjong, tinggi pohonnya mencapai tujuh meter. Namun, di perkebunan kopi, ketinggian pohon ini dijaga sekitar 2-3 meter.

Kopi Gayo Arabika Melebihi Rasa Kopi Blue Mountain

Tujuannya agar mudah saat dipanen. Pohon kopi Arabika mulai menghasilkan buah pertamanya dalam tiga tahun.

Biasanya cabang tumbuh dari batang sekitar 15 cm. Daun di atas lebih muda warnanya karena matahari sedangkan di bawahnya lebih gelap.

Setiap batang memiliki 10-15 rangkaian bunga kecil yang akan menjadi buah kopi.

Kopi Gayo memiliki aroma dan rasa yang sangat khas. Sebagian besar kopi yang tersedia, rasanya pahit masih tertinggal di lidah kita, tetapi tidak demikian halnya dengan kopi Gayo. Rasa pahit hampir tidak terasa di kopi ini.

Rasa asli kopi Gayo ditemukan dalam aroma kopi yang harum dan rasanya enak, hampir tidak pahit. Beberapa bahkan berpendapat bahwa rasa kopi Gayo melebihi rasa kopi Blue Mountain dari Jamaika. Kopi Gayo diproduksi dari perkebunan rakyat di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah.

Kopi Gayo juga disebut sebagai kopi organik terbaik di dunia, karena proses penanamannya tidak menggunakan bahan kimia sama sekali.

Kami filosofi kopi butuh masukan harga kopi gayo dan ilmu cara tanam kopi gayo dari anda. Kirim informasi yang anda punya ke kontak kami, dan share artikel ini agar bermanfaat.

Artikel Terkait