Skip to main content

Urutan Pengolahan Biji Kopi dengan Proses Wash Yang Benar

Urutan Pengolahan Biji Kopi dengan Proses Wash - Perkebunan kopi (COFFEA. SP) adalah komoditas perkebunan unggulan yang merupakan salah satu komoditas devisa untuk Indonesia.

Untuk memenuhi standar kualitas penanganan ekspor kopi Budiaya, panen dan pasca panen harus dilakukan dengan tujuan target waktu, cara dan jumlah yang benar.

Seperti halnya produk pertanian lainnya, kopi yang telah dipanen harus segera diproses menjadi tahapan yang dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu.

Secara umum ada 2 (dua) Cara mengolah buah kopi menjadi biji kopi, bagaimana melakukan cara Wash dan Dry Coffee.

Setiap cara pemrosesan memiliki kelemahan dan kelemahannya sendiri. Biaya produksi Wash membutuhkan biaya yang lebih tinggi daripada dry (kering).

Urutan Pengolahan Biji Kopi dengan Proses Wash Yang Benar
Mesin Pengolahan Biji Kopi Wash

Dalam hal kualitas produk kopi yang dihasilkan dari proses pengolahan Wash memiliki kualitas yang lebih baik.

Hal ini umumnya digunakan sebagai jenis Wash kopi Arabika, karena Kopi Arabica memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada Robusta. Di bawah ini, adalah tahapan untuk pengolahan biji kopi dengan proses Wash.

1. Panen
Pada tahap ini, ketika pohon kopi mulai berproduksi, buah kopi memakan waktu yang lama sekitar 9 (sembilan) bulan sehingga buah dapat dimasak. Buah kopi akan dipetik jika matang dan merah seperti ceri. Sebuah kopi yang belum matang akan dibiarkan sampai matang di dahinya sampai dapat dipetik.

2. Menyortir buah
Tahapa selanjutnya setelah buah kopi sudah di panen kita harus melakukan pemilahan buah. Itu adalah dengan memisahkan antara buah yang baik dan patah.
3. Mengupas buah
Mengupas buah dapat dilakukan dengan menggunakan manual atau mesin pengupas kopi (pulper). Tujuan pengupasan buah adalah memisahkan biji dengan daging buahnya.

4. Fermentasi
Fermentasi bertujuan untuk memfasilitasi proses pencucian biji kopi dan juga meningkatkan cita dan rasa kopi itu sendiri.
5. Pencucian
Manfaat dari pencucian ini adalah untuk membantu menghilangkan sisa lendir dari hasil fermentasi. Mencuci dapat dilakukan secara manual, menggunakan tubuh atau ember atau mencuci juga dapat dilakukan dengan mesin.

6. Pengeringan
Fase pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air biji kopi. Dalam fase pengeringan termasuk jemuran, mekanisme, dan kombinasi dari keduanya.

7. Pengupasan kulit tanduk dan kulit
Mengupas tanduk dan kulit dilakukan untuk memisahkan biji kopi dari kulit tanduk yang menghasilkan biji kopi beras.

Stripping dapat dilakukan dengan menggunakan mesin Peeler coffee Bean (HULLER). Harap dicatat sebelum dimasukkan ke dalam mesin pengupas biji kopi hasil pengeringan harus didinginkan selama minimal 24 jam.

8. Menyortir biji kopi
Pada tahap sebelumnya telah dilakukan penyortiran buah, tahap ini disebut penyortiran akhir. Yang bertujuan untuk memilah kotoran dan biji pecah. Setelah akhir menyortir biji kopi akan dikemas dan disimpan.
9. Pengemasan dan penyimpanan
Packing biji kopi menggunakan karung bersih. Kelembaban gudang penyimpanan harus diawasi sehingga kelembaban selalu terjaga. Biji kopi perlu dihindari dari bau yang tidak menyenangkan, serta serangan hama dan penyakit.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar