--> Skip to main content

Pangudoroso Ngopi Menurut Cak Nun

Pangudoroso Ngopi Cak Nun - Tokoh intelektual yang satu ini sangat dikagumi oleh pemuda-pemuda, dan sering menjadi renungan para pemuda. Cak Nun dengan nama lengkap Muhammad Ainun Najib kelahiran Kabupaten Jombang Jawa Timur.

Kali ini filosofi kopi mengutip dan di edit ulang tak ada maksud mengubah makna yang di ambil dari situs caknun.com berjudul "Pangudoroso ngopi" . Quote kopi dari Cak Nun ini cukup menyejukkan hati, banyak nasehat dan kata bijak yang di ucapnya sehingga menambah semangat hidup.

Pangudoroso Ngopi

Pangudoroso adalah kutipan atau kata yang terdengar menggelitik. Mendengarnya seperti mengundang kita untuk membuka kotak harta karun milik bajak laut Black Beard yang terkenal Johnny Depp's di Pirates and Caribean.

Ampas kopi membentuk wajah Cak Nun karya akun Facebook Reza Art

Jika kita mempelajari kata genealogi, kita akan menemukan kata dasar Udo, atau Udoh. Dari kosakata bahasa Jawa yang secara harfiah berarti telanjang, terbuka, menyebar.

Kemudian penambahan Ng Affixation akan mengubah kata sifat menjadi kata kerja, menjadi Ngudo atau proses mengekspos diri sendiri, membuka kedok.

Sedangkan Roso, yang berarti perasaan batin, maka Ngudoroso diartikan sebagai proses melepaskan cerita murni dari ketulusan hati seseorang, masuk (melampaui) ke dalam. Di sisi lain, Ngudoroso tidak sama dengan bercanda, mengoceh, apalagi bergosip. Ada mutiara kejujuran yang dilakukan jika kita mengatakan sesuatu.

Kemudian penambahan awalan Pa - menjadi ketegasan momentum dalam menjelaskan suatu proses. Kali ini proses yang diambil adalah Ngudoroso kemudian menjadi pengantar awal Masuisani PANGUDOROSO.

Kopi itu sendiri juga berasal dari kata kopi dan awalan nge-, kombinasi nge + kopi mengubah kopi sebagai kata benda menjadi kata kerja. Jadi kopi bisa diartikan sebagai proses kita menikmati kopi.

Meneliti soal kopi, tentu saja kita tidak lepas dari sejarah panjang tanaman ini. Kopi adalah tanaman perkebunan, mulai dikenal oleh Gala di Afrika Timur.

Tumbuhan ini kemudian berkeliaran di seluruh dunia, menjadi pemantik Revolusi Prancis dan gerakan politik lainnya di belahan bumi Eropa.

Di kepulauan itu, ia begitu populer dan menjadi komoditas ekspor kolonial Belanda pada waktu itu, pada 1700-an, kopi Jawa (Arabika) berhasil mengendalikan pasar kopi dunia. Untuk menginspirasi programmer, dan membuat 'Javascript' dengan logo piala lengkap dengan kepulan asap: sang programmer, tampaknya terinspirasi oleh kesenangan kopi Jawa.

Di Bali, kopi juga menjadi barang dagangan selain gula, garam, dan babi, sebelum abad XVI melalui kemitraan perdagangan kerajaan Mengwi dengan para pedagang opium dari Cina.

Dari gaya hidup, kopi diartikan sebagai ikon baru yang kaya akan nilai. Kisah kopi kemudian disajikan sebagai narasi besar, semacam menandai kelahiran 'ideologi' baru: gaya baru nasionalisme dengan slogan 'berdiri kebesaran'.

Siapa pun dapat mengklaim dirinya nasionalis jika ia mengkonsumsi produksi kopi dalam negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, booming buku filosofi kopi karya Dee Lestari diikuti oleh booming film yang membantu membangun narasi besar kopi hari ini.

Tafsirkan diri Anda dalam secangkir kopi:

"Kopi pekat. sepekat malam"

"Berani, tawadlu", ajaib seperti bunga kopi. Itu hanya akan mekar di waktu yang tepat ”

"Kopi pahit. Tapi enak. Kehidupan yang serupa. Jika kamu bisa merasakan pahit utuh, maka hidupmu utuh"

"Bunga pohon kopi pasti akan jatuh secara perlahan lahan, akan berubah menjadi buah pada saatnya dengan sinar matahari"

"Akar kopi hanya akan pergi menuju pusat bumi. dan dedaunan lama menjadi daun baru, selalu menghadap sumber cahaya"

"Alat yang tajam membelah biji, ada getah pada biji kopi kita temukan, ada kulit yang melapisinya, dan ada juga bilah ditengahnya. Dan itu akan bermuara di satu tubuh. Titik tengah"

"Kopi, rasa berbeda lidah berbeda. Tapi yang asli adalah yang pahit"

"Kopi ini menawar kantuk. tolak ngelu, penawar kangen"

"Sebenarnya Kopi itu ya kamu, Aku adalah kamu,"

Memang tidak ada habisnya jika kita berbicara tentang kopi. Ada berbagai pergolakan, dan ada juga pemisahan identitas tentang kopi dan peregangan perburuan harta kekayaan alam di kepulauan ini.

Jadi pada acara MaSuISaNi kali ini, tikar Ngopi Pangudoroso terbentang lebar untuk semua peregangan. Mari duduk bersama membentuk lingkaran untuk berbagi Pengetahuan Kita dan Padi Sawah bersama.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar