Skip to main content

27 Kata-kata Filosofi Kopi untuk Memotivasi Kehidupan

27 Kata-kata Filosofi Kopi untuk Memotivasi Kehidupan - Di zaman teknologi seperti sekarang ini kata-kata filosofi kopi mampu memberi semangat untuk berjuang karena persaingan kehidupan semakin ketat.

Caption Kata Bijak Kopi Pagi Hari

Filosofi kopi cenderung dimaknai dengan minuman, padahal asal mula filosofi kopi adalah mebantu mencari akar permasalahan dan mencari solusi yang tepat. Dengan perkembangan zaman, kata-kata menjadi sebuah ucapan lalu di filmkan demi perkembangan zaman.

Kalimat bijak dari filosofi kopi sudah tak asing lagi di telinga orang Indonesia, apalagi kopi menambah tenaga di pagi hari karena filosofi kopi itu surganya pecinta kopi walaupun sebagian orang mengatakan kopi tak perlu filosofi kopi.

Filosofi Kopi

Bagi yang membutuhkan kata-kata bijak dan romantis dari filosofi kopi yang bisa kamu jadikan caption di sosial media, silahkan baca :

“Sejenuh hati ini,se-sendiri hari ini dan sehambar kopi ini. Mungkin akan terasa nikmat bila bahu kananku tersandar hangat kepala elokmu.”

“Lewat senja dan aroma kopi aku berharap segala rasa kecewa karenamu perlahan hilang,seperti senja berganti malam dan kopi yg perlahan surut”

“Saat terpaksa menjauh menjadi hal terbaik & saat bahagianya paling utama. Saat itulah kopi mengajarkanmu berjiwa besar dan arti keikhlasan.”

“Aku menunggu datangnya pagi. Karena hanya sejuk embunnya yang tak pernah munafik bersenandung ria diantara uap secangkir kopi panasku”

“Meskipun hingga saat ini kamu masih sendiri, percayalah bahwa dirimu adalah bilangan ganjil yang kelak akan mengenapkan aku seperti kopi dan gula yang teraduk menjadi satu”

“Rintik gerimis yang berselimut rindu mulai turun menambah kegelisahan rasa ketika kisah kita hadir disela tegukan kopi hitamku.”

“Mungkin kita bisa sejenak bercengkrama. Tanpa perduli besok kita dipisahkan dengan cara yang bagaimana? yang terpenting nikmati kopimu pagi ini dengan seksama.”

“Terkadang memang sesuatu lbh baik apa adanya, tak perlu berubah. Seperti kopi yg tetap pahit, seperti rindu yg bertahan di antara rasa sakit”

“Bahwa tanah adalah tempat kembali, bukan sekedar pijakan langkah atas hasrat diri. Kurangi cela setiap celah, terimalah dan mari berbenah. cerita kopi”

“setiap pagi, hanya secangkir kopi dan embun yang menggantikan hangat pelukmu dan bening matamu, sebelum kau menjadi halalku.”

“Saat kepenatan mulai membebanimu, kamu bisa bangkit dan memulainya dengan secangkir kopi”

“Mengaduk kopi, mengadu sepi. Berkisah lagi tentang patah hati, semoga pelukanmu kelak akan melengkapi.”

“Ketika rinduku terhempas kehampaan, Secangkir kopi pagi,desah embun ,debur ombak, seakan berubah menjadi bait-bait puisi kenestapaan”

"Sebagaimana kopi, kupertahankan nikmatnya, dan menikmati setiap kenikmatan yg tersaji disitu, sesuatu yg mendalam, seperti filsafat"

“Secangkir kopi yg kubuat pagi ini mengingatkanku pada pertemuan singkat dengan mu,, pahit dipermukaan, getir diperasaan.”

“serbuk hitam yg menjelma menjadi rindu ,kutinggalkn sebait pesan diatas mejaku ,miss you kopi hitamku.”

“Pagi ini kurebus syair bersama air Dan tuang bait puisi dalam cangkir Tercipta secangkir kopi bersajak manis Kaya senyummu.”

“Dibanding omongan manis, kopi hitam ini terasa lebih baik karna tidak menipu dan dengan jujur nya menampakan kepahitannya.”

“Nikmatnya terhenti Saat,. Aku duduk berpayung malam Di tempatku sembunyikan tangisan Dan untuk sekian kalinya Air mata menetes dicangkirku.”

“Ngopi dulu aja biar tidak sakit kepala kutilan magh ambeyen kesurupan jomblo kadas epilepsi kolera amandel gangguan kehamilan dan janin”

“OTW planet bumi, mau beli kopi, di kayangan kaga ada yang jualan, dewikuwanin ngotot minta kopi, hahh,. Apa boleh buat”

“Akan selalu ada nikmat yang tersemat dibalik pahit hitamnya,. Kau hanya perlu mendekatkan cangkir ke mulut kemudian menyesapnya,. Mudah kan?”

“Ketika bersama butir butir hitam yang mulai terlarut dalam cangkir, saya berfikir tentang sebuah kenikmatan yang tak sempat mengenal akhir,”

“Setiap kali ku seduh kopi ketika senja, pelukmu yang teduh hadir mengingatkan kalau aku dan kamu pernah menjadi kita.”

“Tetaplah hangat dicangkirmu,. Semoga pahit pahit ini dapat menjadi manis untuk masa depan~mu~ku~kita,.”

“Tentangmu, si hitam pekat yang setia bersanding dengan malam, kusuguhkan engkau bersama kepulan kerinduan yang selalu meronta.”

“Aku takut tersesat terlalu jauh di kesendirian sebelum aku mengenalmu. Terimakasih kopi karena selalu ada disetiap sendiri ini.”

“Ketika sunyi merampas kehangatan pagi, ketika itu pula aku mengingatmu dan berharap ada hadirmu di sisi tuang kopiku”

“Ketika malam tampak suntuk,ketika cahya kunang² digerus jaman. sungguh kini hanya kopi yg menemani syahdu panjang dari malam yg mengadu.”
Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar