Cara Membedakan Kopi Arabika dan Robusta

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta - Bagi pecinta kopi, sudah pasti tidak asing dengan jenis kopi robusta dan kopi arabika, karena kedua jenis kopi ini memang cukup populer di Indonesia dan bahkan di seluruh dunia. Meski saat diolah rasanya memiliki kesamaan, tetapai kedua kopi masih memiliki beberapa perbedaan.


Kedua jenis kopi ini juga memiliki keunggulan di lidah para pecinta kopi, bagi mereka yang suka pahit cenderung memilih kopi robusta walaupun arabika juga ada pahitnya. Dari segi dompet, Arabika lebih mahal di banding robusta dan kopi jenis lainnya, kopi lovers lebih memilih robusta.

Namun, soal aroma dan rasa memang sebanding dengan harga, Arabika lebih baik apalagi menyuguhi tamu spesial dirumah atau di kafe. Menyuguhi secangkir kopi arabika untuk tamu spesial dapat membuat karir anda naik melesat.

Nah, bagi Anda yang tidak tahu perbedaan antara kopi Robusta dan kopi Arabika, mari kita simak penjelasan dan cara membedakan kopi robusta dan kopi arabika.

Perbedaan antara Kopi Robusta dan Arabika

1. Umur / Usia Kopi
Salah satu hal yang membedakan kopi Robusta dan Arabika adalah usia kopi itu sendiri. Biji kopi arabika adalah jenis kopi pertama yang pernah dikonsumsi, sedangkan kopi Robusta baru ditemukan sekitar 100 tahun setelah arabika.

Jadi tidak mengherankan jika kopi Arabika mampu mendominasi pangsa pasar hingga 70% di dunia.

2. Bentuk Biji Kopi
Anda dapat membedakan kedua jenis kopi ini dengan melihat bentuk bijinya. Biji kopi arabika cenderung lebih besar dan lonjong dan rata, sedangkan biji kopi robusta memiliki bentuk bulat penuh.

3. Tingkat Kafein
Bagi Anda yang suka mengonsumsi kopi agar tetap terjaga di malam hari, minumlah kopi Robusta, karena biji kopi Robusta memiliki kandungan kafein 2,2 hingga 2,7%.

Sedangkan biji kopi Arabika hanya memiliki kandungan kafein yang lebih kecil dari Robusta, yaitu hanya 1,1% hingga 1,5%.

4. Kandungan lemak dan gula
Selain kafein, kandungan lemak dan gula dari kedua jenis biji kopi ini sangat berbeda. Arabika memiliki lebih banyak kandungan lemak dan gula dibandingkan dengan Robusta.

Arabica memiliki kandungan lemak hingga 60% dan memiliki kadar gula 2 kali lebih banyak dari Robusta.

5. Aroma Kopi
Karena Arabica memiliki kandungan asam yang lebih tinggi, Arabica memiliki aroma yang didominasi buah, sedangkan Robusta memiliki aroma yang gila.

6. Rasa Kopi
Hal yang paling mendasar, dan yang sangat membedakan kedua jenis kopi ini adalah rasanya. Robusta memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi, jadi Robusta memiliki rasa pahit seperti ban yang membakar dan meninggalkan rasa pedas pada akhirnya.

Berbeda dengan Arabika yang cenderung bersifat asam dan memiliki rasa yang lebih manis, bahkan tidak sedikit yang memiliki rasa buah, cokelat dan kacang.

7. Jenis Presentasi
Karena kopi Arabika memiliki rasa yang kuat dan manis tanpa tambahan gula, kopi ini lebih cocok disajikan sebagai kopi asal tunggal sehingga penikmat kopi dapat merasakan rasa asli kopi Arabika.

Sementara kopi Robusta memiliki rasa yang lebih pahit, sehingga lebih cocok untuk digunakan sebagai campuran esspresso. Jenis presentasi ini cocok untuk orang yang tidak suka kopi karena akan ditambahkan ke susu dan krim.

8. Ukuran Tanaman
Selain rasa dan bentuk biji, kopi Robusta dan kopi Arabika dapat dibedakan berdasarkan ukuran tanaman. Tanaman kopi robusta memiliki bentuk dan ukuran daun yang lebih besar.

Tanaman kopi robusta 2 kali lebih tinggi dari tanaman kopi arabika, sehingga ketinggian tanaman kopi robusta bisa mencapai 5 meter. Sedangkan tanaman kopi Robusta hanya setinggi 2,5 - 5 meter.

9. Kadar Asam Klorogenik
Kopi robusta memiliki kandungan asam klorogenat 7 hingga 10%, sedangkan kopi Arabika hanya memiliki kadar asam klorogenat 5,5 - 8%.

Asam klorogenat memiliki rasa pahit, sehingga asam ini memiliki pengaruh yang cukup terhadap rasa pahit kopi Robusta. Selain itu, asam ini juga memiliki manfaat untuk melindungi tanaman dari serangan hama.

10. Area Tanam
Kopi arabika hanya bisa ditanam di lingkungan yang lembab, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Kopi Arabika akan tumbuh subur jika ditanam di tempat yang lebih tinggi sekitar 700 hingga 1.700 mdpl.

Negara-negara yang menghasilkan jenis kopi Arabika adalah, Brasil, Meksiko, Kosta Rika, Ekuador, Kolombia, Ethiopia, Burundi, Rwanda, dan banyak lagi.

Berbeda dengan Arabika, Robusta hanya dapat ditanam pada ketinggian 400 hingga 700 mpdl. Negara-negara yang terkenal memproduksi kopi Robusta adalah Vietnam, Brasil, Indonesia, India, Uganda, Malaysia, Madagaskar dan lainnya.

11. Kemudahan Budidaya
Jika dibandingkan, jenis kopi Robusta lebih mudah diolah daripada jenis kopi Arabika. Seperti dijelaskan sebelumnya, kopi Arabika hanya dapat tumbuh di lingkungan yang lembab dan tidak mampu menahan perubahan cuaca ekstrem.

Lain halnya dengan kopi Robusta yang dapat bertahan hidup bahkan dalam cuaca panas. Kopi robusta juga lebih mudah dikembangkan, karena lebih tahan dari hama dan penyakit berkat kandungan asam klorogenat yang lebih tinggi.

12. Harga Biji Kopi
Karena sulit dibudidayakan, jangan heran jika harga biji kopi arabika cenderung lebih mahal. Tidak hanya sulit untuk dibudidayakan, dalam setahun tanaman Arabika menghasilkan biji kopi lebih sedikit daripada biji kopi Robusta.


Terlebih lagi, biji kopi robusta membutuhkan waktu hingga 7 tahun untuk sepenuhnya matang.

Itulah cara membedakan jenis kopi robusta dan arabika. Meskipun sudah begitu umum dan mungkin sama di mata orang biasa, sebenarnya ada banyak perbedaan di antara keduanya. Menurut pengalaman anda menikmati kopi, kira-kira arabika dan robusta enak mana?

Kami filosofi ingin mendengarkan masukan harga arabika dan robusta dari anda. Silahkan kirim informasi ke kontak kami, dan jangan lupa share artikel ini agar bermanfaat.

Artikel Terkait