Skip to main content

Cara Sangrai Kopi Tradisional Kuno

Cara Sangrai Kopi Tradisional - Bagi penikmat kopi, harus diketahui banyak orang, jika pembuatan kopi bubuk tradisional selalu dianggap mampu menghasilkan kopi dengan rasa dan aroma yang nyata. Karena dengan metode tradisional ini memungkinkan karakter asli kopi tetap terjaga dengan baik.

Itulah sebabnya di era modern ini dengan begitu banyak mesin kopi yang beredar, masih banyak penikmat kopi yang selalu membuat minuman kopi favorit mereka dengan teknik tradisional.

Jika pada prinsipnya, kita bisa melakukan cara tradisional membuat ampas kopi ini dengan beberapa tahapan yang saling terkait satu sama lain. Cara Sangrai Kopi Tradisional ini biasanya disebut cara sangrai manual karena saat ini ada mesin sangrai kopi otomatis.

Cara Sangrai Kopi Tradisional Kuno

Mulai dari memetik biji kopi dari perkebunan kopi, memilah biji kopi, mengupas kulit kopi, mengeringkan biji kopi, menggoreng biji kopi, hingga tahap menggiling biji kopi sehingga kita bisa menghasilkan bubuk kopi yang kita inginkan.

Dalam proses memanggang biji kopi ini agar hasilnya bisa optimal kita bisa menggunakan mesin kopi sangrai. Tapi bisa juga menggunakan wajan, tapi kami sarankan wajan ini terbuat dari besi yang cukup tebal, sehingga nantinya panasnya bisa merata dan stabil.

Untuk bahan bakarnya sendiri, kami sarankan menggunakan tungku kayu daripada tungku gas, karena bisa menambah kesenangan dan aroma sendiri pada kopi yang akan diproduksi. Selama proses pemanggangan ini, kita harus secara teratur memutar bolak-balik agar biji tidak terbakar.

Intinya, kita menggoreng biji kopi / menggoreng hingga permukaannya berubah menjadi warna coklat tua, aroma kopi lebih harum, dan juga mudah hancur. Sebagai gambaran, proses menggoreng 2 kg biji kopi biasanya memakan waktu hingga 2 jam.

Ini dapat dilakukan dengan menggunakan penggiling kopi, kami melakukan ini jika kami ingin memproduksi dalam jumlah besar, tetapi jika Anda menginginkan cara tradisional Anda bisa menumbuknya lagi dalam mortar seperti sebelumnya hingga halus.

Kami melakukan mengacak ini berulang kali sehingga bubuk kopi yang dihasilkan dapat memiliki tekstur yang halus. Setelah menumbuk, bubuk kopi ini masih perlu diayak lagi, tujuannya adalah untuk dapat memisahkan partikel-partikel bubuk kopi yang masih berukuran cukup besar.

Jika demikian, kita harus menyimpan hasil bubuk dari pengolahan ini sebelum dalam wadah yang bersih, kering, dan tertutup rapat, sehingga kenikmatan dapat dipertahankan.

Kami filosofi kopi butuh masukan cara sangrai dan pengalaman sangrai biji kopi dari anda. Kirim informasi yang anda punya ke kontak kami, dan share artikel ini agar bermanfaat.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar